Saat Kekompakan di Uji!



By  umar 009     Sabtu, Oktober 03, 2015    Label:, 


Zona madina ada yang tahu zona madina itu apa??? yups… zona madina competitions(ZMC) adalah kompetisi yang di adakan pihak kampus untuk menguji ketrampilan kami dalam menjual.Nah, pada hari senin tanggal 21 September kemarin kita dapat challenge yaitu menjual air mineral dimana hasil penjualannya untuk ongkos kita ke Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa yang terletak di parung bogor. Mau tahu cerita umar 009 bisa sampai di parung?? baca paragraf selanjutnya ya..
Pukul 09.00 semua bos-bos umar usman batch 3 berkumpul di  ruangan. Di sana kita dapat pengarahan tentang aturan-aturan dari challenge yang akan dilakukan yaitu :
1. kelompok dibagi menjadi 2 kelompok kecil, ex : 009 A dan 009 B.
2. setiap kelompok hanya diperbolehkan membawa 1 hp, untuk komunikasi dengan SM dan dokumentasi kegiatan.
3. setiap orang tidak diperbolehkan membawa dompet, uang, atm, dan lain-lain kecuali ktp.
4. setiap kelompok kecil hanya mendapat 2 dus air mineral gelas bermerk vit dan 1 pack kantong plastik dengan HPP (harga pokok penjualan) : Rp 54.000,-
5. Dilepas di kampus pukul 10.00 dan sampai tempat finish di Rumah Sehat Terpadu di parung bogor maksimal  pukul 14.00.
Kemudian pukul 10.00, kita dilepas dari kampus dengan 2 dus air mineral dan 1 pack kantong plastik, setelah keluar dari area kampus, kelompok 009 bergabung untuk membicarakan strategi penjualan dan target yang harus dicapai kemudian berpisah kembali, Team 009 A berjalan ke arah Ragunan dan 009 B ke arah Jati padang. Team 009 A berjalan kaki sambil berjualan dan tidak terasa tim 009 A sampai di lampu merah Fatmawati, sedangkan tim 009 B berjualan disekitar belakang kampus, disana tim umar 009 B mendapat hasil Rp 50.000 dengan menjual 20 gelas air mineral kemudian kita berfikir untuk segera menuju ke terminal lebak bulus karena belum ada team yang menuju kesana, setelah sampai di lebak bulus tim umar 009 B di bagi lagi menjadi  kelompok-kelompok kecil berisi 2 orang dan masing-masing membawa 20 gelas air mineral jika sudah selesei menjual kita sepakat untuk berkumpul di titik awal .Maka Bos Dimas dan bos Ain,Bos Deri dan Bos Halim,serta Bos Kiki dan bos Hanief,dengan tujuan agar gerak penjualan kelompok kecil lebih cepat dan efisien. Setelah berjualan sekitar 1 jam  diterminal lebak bulus, tim 009 B berkumpul kembali di titik awal(sekitar pukul 11.35), namun tidak semua anggota berkumpul, salah seorang anggota tim 009 B belum datang yaitu bos kiki  kemudian anggota team yang lain mencari-cari di seluruh terminal lebak bulus hingga pukul 13.00 tapi belum ketemu juga, kemudian kita beristirahat sebentar sambil menunggu team 009 A yang sedang menuju terminal lebak bulus. setelah tim 009 A datang, kami sepakat untuk menuju parung bogor bersama-sama setelah menemukan bos kiki yang hilang kontak.


Ternyata mencari anggota kelompok yang hilang bukan lah hal yang mudah,kami sudah coba berkeliling terminal lebak bulus hingga ke luar sekitar terminal selama 3 jam tetap saja tidak membuahkan hasil.Kami berduabelas berpencar secara acak agar bias menjangkau daerah yang lebih luar,dengan perjanjian setengah jam mencari harus kembali ke titik awal. Kami hanya berharap semoga bos kiki baik-baik saja dan tidak ada hal buruk yang menimpanya, karena bos kiki tidak membawa alat komunikasi(Hp) satu pun dan hanya berbekal uang hasil penjualan air mineral yang jumlahnya tidak banyak.Kami coba masuk ke setiap warung makan,karena bos kiki biasa menggunakan strategi menawarkan jasa cuci piring ke warung makan,tapi hasilnya tetap nihil.Kami coba hubungi Miss Nuri barang kali bos kiki sudah sampai di parung bogor,hingga pukul 14:00 belum ada satu pun anggota umar 009 yang tiba di tempat finish.Walaupun kami sudah melewati batas waktu yang di tetapkan kampus kami masih tetap mencari bos kiki,kami tidak mungki meninggalkannya tanpa tahu keberadaan bos kiki yang pasti.Hingga jam 15:30 baru lah kami mendapat kabar gembira bahwa bos kiki sudah berada di kampus setelah tersesat sampai di daerah depok.
  Setelah itu kami mencari angkot yang mau langsung menuju Rumah Sehat,ternyata para sopir angkot meminta ongkos Rp 200.000 kalo mau sampi tujuan langsung,kami coba tawar tetap tidak mau.Hingga kami bertemu bapak sopir godrong yang mau kami tawar ongkosnya menjadi Rp 80.000.Ternyata bapak gondrong ini sangat lihai mengendarai angkotnya hingga tidak butuh waktu lama kami sudah sampai di rumah sehat sekitar jam 16:00.Sesampainya di sana kami bertemu dengan Miss Nuri dan Miss Cuvi dan meluaplah semua kekesalan kami kenapa bos kiki bisa terpisah dan rasa menyesal karena pastinya kami akan kalah dalam kompetisi ini karena waktu kedatangan kami  sudah melewati batas waktu.
Melalui kompetisi ini lah kami merasakan kekalahan pertama(yang memang tidak enak rasanya,,,L) dan kami sadar bahwa kelompok kami masih jauh dari kata kompak.Butuh kerja ekstra tiap anggota untuk memupuk kekompakan dan meningkatkan rasa peduli ke sesama anggota umar 009.Kemudian kami harus meningkatkan daya kreatif dalam menjual dan terus mencari peluang dalam setiap kesulitan yang kami alami.
Semoga kompetisi ini akan menjadi cambuk pengalaman yang akan kami ingat selalu kedepannnya agar kami tidak melakukan kesalahan yang sama ke depannya.

Salam
Berkah Berlimpah
Bos Ain

About umar 009


Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Pengunjung

Flag Counter

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Map